"

Kau tahu burlian? Dialah yg mengalahkan raja-raja hebat dunia. Menggerus gunung menjadi rata. Membuat daratan menjadi lautan.

Dia lah sang waktu.

"

— Tere liye

09.18.11 21:15 PM 0 Comments
REBLOG THIS POST

"Setidaknya sampai hari ini kita tau ada begitu banyaknya perbedaan. Pertanyaanya, sampai sejauh mana kapal ini dapat tetap berlayar? ;) "


09.18.11 21:03 PM 0 Comments
REBLOG THIS POST

A guidance study in europe base on world university rankings. Cekibrrrroooot!


09.17.11 20:35 PM 0 Comments
REBLOG THIS POST

"Volksregering. Omong kosong. Tidak ada demokrasi utk org2 bodoh. "

— Tere Liye dlm bukunya Burlian

09.17.11 20:28 PM 0 Comments
REBLOG THIS POST

"I just miss my former house. My junior high friends. I miss bogor. I miss my old me :’( "


08.10.11 16:37 PM 0 Comments
REBLOG THIS POST

My spirit booster

Ketika merasa kecil, sekecil kuman tak kasat mata. Demot ngelakuin apa aja dan kemudian:

“nothing is too late honey. Allah pasti punya rencana bsar dr tiap penciptaan mahlukNya. ptnyaan nya,ckup pnya effort ga kita bwt the big plan itu? :)” - Aa

Yeay, my spirit booster.
Prok-prok buzzzz! :)


08.10.11 09:09 AM 0 Comments
REBLOG THIS POST

Percakapan di Sebuah Jembatan

Berdua kami melintasi sejarah
Tahun-tahun yang berhiaskan putih harapan dan merah darah
Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah gumpal luka menjadi intan
Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku menjawab: Waktu
Hanya waktu yang mampu

Kulihat di kiri-kananku; pohon memudar, gedung kaca meruncing
Tahun-tahun yang berlumur peluh dan banjir rencana
Dan aku bertanya: apakah lelah kami cukup terbayar oleh petuah dan janji?
Apakah kemajuan sama dengan kebajikan?
Sahabatku menjawab: Hati
Hanya Hati yang tahu

Terkadang jembatan ini gamang dan berguncang
Tahun-tahun yang terasa garang dan panas mengerontang
Dan aku bertanya: mungkinkah kami tersesat dan hilang arah?
Bisakah pijakan ini goyah dan lantas punah?
Sahabatku menjawab: Doa
Hanya doa yang kuasa

Jembatan ini kami lalui sudah
Tiada ujung yang kutangkap, tiada awal yang kukenal
Dan aku bertanya: akankah kami bertahan?
Sebagai nusantara, sebagai bangsa, sebagai manusia?
Sahabatku berkata: pahami lautan tempat jembatan ini terbentang
Kenali kekuatan waktu
Dalami pengetahuan hati
Selami kekalnya doa

Kabut menyapu jembatan dan sahabatku menghilang

Meninggalkan gugusan pulau tak berjudul dan samudra tak bernama

Namun disini aku menguntai waktu, memerah hati, dan meratapkan doa

Demi jembatan ini sebagian kami mati, sebagian kami bertahan hidup

Dan aku bertanya: inikah kedaulatan yang sesungguhnya?
Saat manusia bersatu dengan apa yang mengelilinginya
Samudra waktu, hati dan doa
Ia pun merdeka
Sebuah bangsa pun merdeka
Nusantara pun layak ada
Demikian jawabnya

Dee
Dalam bukunya ‘Madre’


08.07.11 00:04 AM 0 Comments
REBLOG THIS POST
leilockheart:

…more than your pride

leilockheart:

…more than your pride

1 2 3 4 5 6 7 8 9 »